Dari Dieng, Komitmen PLN Menjaga Listrik Tetap Menyala di Musim Nataru

Dari Dieng, Komitmen PLN Menjaga Listrik Tetap Menyala di Musim Nataru

Wonosobo, Jatengpers — Menjelang periode Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT), Handy Wihartady, turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan dan keandalan aset transmisi. Kunjungan strategis dilakukan ke Gardu Induk (GI) 150 kV Dieng, Kabupaten Wonosobo, pada Minggu (21/12/2025), dalam kegiatan bertajuk “Care for Asset.”

Kehadiran langsung General Manager di lokasi operasional ini mencerminkan komitmen kepemimpinan PLN UIT JBT yang tidak hanya mengandalkan laporan, tetapi memastikan pengambilan keputusan berbasis kondisi nyata di lapangan, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis dan cuaca ekstrem seperti Dieng.

Dalam kunjungan tersebut, Handy Wihartady memimpin langsung peninjauan kondisi peralatan utama gardu induk serta berdialog intensif dengan jajaran manajemen dan petugas operasi. Sejumlah agenda strategis menjadi fokus perhatian, antara lain pembaruan visualisasi manajemen guna memperkuat pengendalian aset secara menyeluruh, serta review Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) untuk memastikan sinergi operasional berjalan optimal.

Selain aspek strategis, General Manager juga memberikan arahan teknis terkait penanganan anomali alarm rele diferensial (Diff) Bay Trafo #1 sebagai langkah mitigasi dini terhadap potensi gangguan sistem. Pada aspek keselamatan dan keandalan, ia menegaskan percepatan pemasangan proteksi binatang pada zona 20 kV Trafo #1, serta mengusulkan penghapusan ATTD untuk aset trafo bekas yang sudah tidak operasional demi meningkatkan ketertiban dan keselamatan pengelolaan aset.

“Kepemimpinan di PLN harus hadir di lapangan, terutama pada momen krusial seperti Nataru. Dengan melihat langsung kondisi aset, kita bisa memastikan setiap keputusan yang diambil benar-benar berdampak pada keandalan sistem dan keselamatan kerja,” ujar Handy Wihartady.

Ia menambahkan bahwa program Care for Asset bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan bagian dari budaya kerja yang menempatkan tanggung jawab, kepedulian, dan keteladanan pimpinan sebagai fondasi keandalan listrik. “Keandalan pasokan listrik adalah hasil dari kepemimpinan yang konsisten, eksekusi yang disiplin, dan kolaborasi seluruh insan PLN,” tegasnya.

Melalui kunjungan ini, PLN UIT JBT menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keandalan sistem transmisi dengan kepemimpinan yang responsif dan berorientasi pada solusi, demi memastikan pasokan listrik yang aman dan andal bagi masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru. (hms/red)