PURWOKERTO – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Purwokerto melaksanakan pengamanan balon udara liar di wilayah Pekalongan dalam rangka menjaga keandalan pasokan listrik selama perayaan Idul Fitri 1447 H. Kegiatan ini berlangsung pada 15 hingga 28 Maret 2026 sebagai bagian dari masa siaga kelistrikan nasional, sekaligus mengantisipasi pelaksanaan Festival Balon Pekalongan 2026 yang menjadi agenda budaya masyarakat setempat.
Pengamanan ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya aktivitas penerbangan balon udara, baik dalam rangka tradisi Idul Fitri maupun dalam pelaksanaan festival. Aktivitas tersebut berpotensi mengganggu jaringan transmisi listrik tegangan tinggi, terutama apabila balon udara menggunakan material konduktif seperti kawat yang dapat tersangkut pada jaringan listrik dan memicu gangguan hingga pemadaman.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, PLN UPT Purwokerto melakukan patroli intensif di sepanjang jalur transmisi, pemetaan titik rawan, serta penempatan personel siaga di wilayah dengan aktivitas balon udara yang tinggi, khususnya di sekitar lokasi penyelenggaraan festival. Selain itu, PLN juga melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat dan panitia festival guna meningkatkan pemahaman terhadap risiko yang ditimbulkan oleh balon udara liar terhadap infrastruktur kelistrikan.
Manager UPT Purwokerto, Ary Gemayel, menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan secara terencana dengan pendekatan teknis dan operasional yang komprehensif.
“Selama periode siaga Idul Fitri dan pelaksanaan Festival Balon Pekalongan 2026, kami meningkatkan intensitas patroli pada jalur transmisi, khususnya pada titik-titik yang memiliki potensi penerbangan balon udara. Tim kami disiagakan selama 24 jam untuk melakukan deteksi dini serta penanganan cepat apabila ditemukan potensi gangguan. Kami juga menempatkan personel di area strategis guna memastikan pengamanan berjalan optimal,” ujar Ary.
Ia menambahkan bahwa langkah preventif menjadi fokus utama dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.
“Kami juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan panitia festival agar penerbangan balon udara dilakukan secara aman dan tidak membahayakan jaringan listrik,” tambahnya.
Sementara itu, General Manager PLN UIT JBT, Handy Wihartady, menegaskan bahwa kesiapsiagaan PLN merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan layanan terbaik sekaligus mendukung kegiatan budaya masyarakat.
“Festival Balon Pekalongan dan perayaan Idul Fitri merupakan momen penting bagi masyarakat. PLN hadir untuk memastikan kedua momen tersebut dapat berlangsung dengan aman melalui keandalan pasokan listrik. Ini merupakan wujud kepemimpinan kami dalam menjaga keseimbangan antara pelayanan kelistrikan dan dukungan terhadap kearifan lokal,” ungkap Handy.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara PLN dan masyarakat dalam menjaga keselamatan jaringan listrik.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga infrastruktur kelistrikan dengan memastikan penerbangan balon udara dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan. Sinergi ini menjadi kunci dalam menciptakan perayaan yang aman, nyaman, dan tanpa gangguan listrik,” lanjutnya.
Melalui pelaksanaan pengamanan secara intensif selama periode 22–30 Maret 2026, termasuk selama Festival Balon Pekalongan 2026, PLN UIT JBT optimistis keandalan sistem transmisi listrik di wilayah Pekalongan dapat terjaga dengan baik. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dan menikmati festival dengan penuh khidmat, aman, dan terang benderang tanpa gangguan kelistrikan.
