Jakarta, Jatengpers – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pembangunan Giant Sea Wall Pantura Jawa penting untuk melindungi masyarakat dan aktivitas ekonomi nasional dari berbagai risiko di kawasan pesisir.
Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip di Jakarta pada Rabu, 16 September 2026 mengatakan kawasan Pantura Jawa memiliki konsentrasi industri dan aktivitas ekonomi yang tinggi sehingga membutuhkan infrastruktur perlindungan pesisir untuk menghadapi berbagai risiko di wilayah tersebut.
“Sangat vital karena di Pantai Utara Jawa itu banyak sekali industri kita di situ. Jadi, tanggul pantai, tanggul laut, breakwater,” kata Prabowo.
Baca Juga: Hasil Survei ASI: Tingkat Kepercayaan Prabowo 61,4%, Tingkat Kepuasan Prabowo 57,6%
Menurut Prabowo, giant sea wall yang direncanakan membentang dari Tangerang hingga Jawa Timur diproyeksikan melindungi sekitar 50 juta penduduk sekaligus mengamankan 38 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Prabowo menjelaskan Pantura Jawa memiliki 70 kawasan industri dan lima kawasan ekonomi serta menjadi bagian penting dari poros logistik nasional.
Secara keseluruhan, pembangunan giant sea wall tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 575 kilometer dan dibagi menjadi 15 segmen.
Prabowo mengatakan pembangunan proyek tersebut ditargetkan mulai pada awal 2027 dan telah mendapat minat dari pihak yang bersedia mendanai proyek tersebut.
Baca Juga: Prabowo Hadiri KTT BRICS, Pengamat: Langkah Strategis Perkuat Ekonomi Nasional
“Sudah ada yang berminat dan sudah ada yang mau finance (mendanai) juga. Jadi, ini salah satu proyek strategis yang harus kita jalankan,” ungkapnya.
Namun, Prabowo menekankan pembangunan giant sea wall merupakan proyek jangka panjang sehingga penyelesaiannya membutuhkan waktu berbeda di setiap wilayah.
“Program ini tidak cepat. Jakarta saja mungkin delapan tahun, kita perkirakan. Semarang mungkin lebih cepat,” kata Prabowo.
Presiden Prabowo memperkirakan keseluruhan pembangunan giant sea wall membutuhkan waktu hingga sekitar 20 tahun. Namun, jika pelaksanaannya berjalan lebih cepat, proyek tersebut diperkirakan dapat rampung dalam waktu sekitar 10 hingga 15 tahun. (ant/jey)
