Jepara, Jatengpers.com – Penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 terus diperluas. Perum BULOG Kantor Cabang Pati menyalurkan bantuan tiga bulan sekaligus, sehingga setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) menerima total 30 kilogram beras.
Penyaluran kali ini berlangsung di Kabupaten Jepara dan Blora, setelah sebelumnya dilakukan di Desa Muktiharjo, Kabupaten Pati, Minggu (16/8/2026).
Pemimpin BULOG Kantor Cabang Pati, Ashville Nusa Panata, mengatakan setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras untuk masing-masing alokasi.
“Penyaluran Bantuan Pangan kali ini dilaksanakan untuk tiga bulan alokasi sekaligus, yaitu Juli sampai September 2026, dengan kuantum 10 kilogram beras per alokasi. Sehingga setiap penerima memperoleh total 30 kilogram beras,” kata Ashville saat melakukan monitoring di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara.
Di Kecamatan Karimunjawa, tercatat 689 PBP dengan total beras yang disalurkan mencapai 20.670 kilogram. Data penerima mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya desil 1-4.
Bantuan kali ini berupa beras medium yang langsung diberikan untuk tiga bulan. Skema tersebut membuat masyarakat tidak perlu menunggu penyaluran setiap bulan untuk memperoleh bantuan sesuai alokasi.
Sasar 658 Ribu Penerima
Penyaluran juga dilakukan di Kabupaten Blora. Penyaluran perdana berlangsung di Desa Gempol dengan 625 PBP dan Desa Tamanrejo sebanyak 315 PBP.
Secara keseluruhan, Bantuan Pangan di wilayah kerja BULOG Kantor Cabang Pati menyasar sekitar 658.098 PBP, dengan total beras yang disiapkan mencapai sekitar 19.742 ton.
Ashville memastikan stok beras di gudang-gudang BULOG se-Eks Karesidenan Pati dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan penyaluran hingga musim panen berikutnya.
“Persediaan beras di gudang-gudang BULOG se-Eks Karesidenan Pati dapat mencukupi kebutuhan penyaluran Bantuan Pangan dan dalam kondisi aman sampai dengan musim panen berikutnya,” ujarnya.
BULOG memastikan penyaluran Bantuan Pangan alokasi Juli-September 2026 terus berjalan sesuai jadwal. Program tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan di wilayah Jawa Tengah. (*)
