Jakarta, Jatengpers – Pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Komplek Senayan, Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026 dinilai oleh sejumlah senator lebih resmi, dan lebih baik.
Ketua Badan Penganggaran MPR RI Melchias Marcus Mekeng menilai pelaksanaan sidang tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, rangkaian acara terasa lebih resmi dan tidak dipenuhi kegiatan yang dinilai kurang relevan dengan agenda utama persidangan.
“Hal itu diperlihatkan oleh Presiden Prabowo yang menyampaikan pidatonya dengan sangat baik,” kata Mekeng dalam keterangannya.
Mekeng menyebut seluruh isi pidato yang sampaikan oleh Presiden sangat penting dan memperlihatkan capaian kinerja selama dua tahun pemerintahannya.
Baca Juga: Prabowo Tetapkan Daerah Hukum 7 Kejaksaan Negeri Baru
“Tidak banyak improvisasi, tetapi itu menjadikannya lebih baik karena forum ini memang sangat penting,” ungkapnya.
Selain itu, untuk pidato penyampaian laporan kinerja Presiden, Mekeng menilai materi yang disampaikan Prabowo menggambarkan berbagai capaian pemerintahan yang dipimpinnya selama ini.
“Mulai dari Danantara yang memberikan hasil signifikan. Program unggulan beliau, mulai dari Sekolah Rakyat, MBG hingga sekolah unggulan. Semua itu dibutuhkan masyarakat, dan beliau konsisten dengan apa yang diperjuangkan,” ujar Mekeng.
Senada dengan itu, Anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI Fahira Idris menilai suasana persidangan mencerminkan pentingnya Sidang Tahunan MPR RI sebagai momentum konstitusional untuk menyampaikan kepada rakyat arah perjalanan bangsa serta kinerja lembaga-lembaga negara.
Baca Juga: Prabowo Sampaikan Gaji Hakim Yunior Naik 280 Persen
“Saya mengapresiasi persiapan yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal MPR. Seluruh unsur pendukung bekerja dengan serius, sehingga agenda ini berjalan secara matang, tertib, dan khidmat,” kata Fahira.
Menurutnya, kelancaran Sidang Tahunan MPR RI kali ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama Sekretariat Jenderal MPR RI, DPR RI, dan DPD RI.
Ketiganya bersinergi dalam menyiapkan berbagai sarana dan prasarana, mulai dari ruang persidangan, tata tempat, protokoler, sistem teknis, keamanan, hingga pelayanan bagi peserta dan tamu undangan.
“Semua terlihat dipersiapkan secara serius. Untuk sebuah agenda kenegaraan sebesar Sidang Tahunan MPR, kesiapan seperti ini sangat penting agar substansi persidangan dapat berlangsung tanpa terganggu persoalan teknis,” ujar Fahira. (ant/jey)

